Model Pembelajaran Inkuiri
Sejak manusia lahir ke dunia, manusia memiliki dorongan untuk menemukan sendiri pengetahuannya. Rasa ingin tahu tentang alam sekitar di sekelilingnya merupakan kodrat manusia sejak ia lahir ke dunia. Sejak kecil manusia memiliki keinginan untuk mengenal segala sesuatu melalui indera penglihatan, pendengaran, pengecapan dan indera-indera lainnya. Hingga dewasa keingintahuan manusia secara terus menerus berkembang dengan menggunakan otak dan pikirannya. Pengetahuan yang dimiliki manusia akan bermakna (meaningfull) manakala didasari oleh keingintahuan itu. Didasari hal inilah suatu strategi pembelajaran yang dikenal dengan inkuiri dikembangkan.
Inkuiri berasal dari kata to inquire yang berarti ikut serta, atau terlibat, dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mencari informasi, dan melakukan penyelidikan. Ia menambahkan bahwa pembelajaran inkuiri ini bertujuan untuk memberikan cara bagi siswa untuk membangun kecakapan-kecakapan intelektual (kecakapan berpikir) terkait dengan proses-proses berpikir reflektif. Jika berpikir menjadi tujuan utama dari pendidikan, maka harus ditemukan cara-cara untuk membantu individu untuk membangun kemampuan itu.
Selanjutnya Sanjaya (2008;196) menyatakan bahwa ada beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi pembelajaran inkuiri. Pertama, strategi inkuiri menekankan kepada aktifitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya pendekatan inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran itu sendiri. Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self belief). Artinya dalam pendekatan inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa. Aktvitas pembelajaran biasanya dilakukan melalui proses tanya jawab antara guru dan siswa, sehingga kemampuan guru dalam menggunakan teknik bertanya merupakan syarat utama dalam melakukan inkuiri. Ketiga, tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental, akibatnya dalam pembelajaran inkuiri siswa tidak hanya dituntut agar menguasai pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya.
Sanjaya (2008:202) menyatakan bahwa pembelajaran inkuiri mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
A. Orientasi
Pada tahap ini guru melakukan langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang kondusif. Hal yang dilakukan dalam tahap orientasi ini adalah:
- Menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa
- Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan. Pada tahap ini dijelaskan langkah-langkah inkuiri serta tujuan setiap langkah, mulai dari langkah merumuskan merumuskan masalah sampai dengan merumuskan kesimpulan
- Menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar. Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan motivasi belajar siswa.
B. Merumuskan masalah
Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk memecahkan teka-teki itu. Teka-teki dalam rumusan masalah tentu ada jawabannya, dan siswa didorong untuk mencari jawaban yang tepat. Proses mencari jawaban itulah yang sangat penting dalam pembelajaran inkuiri, oleh karena itu melalui proses tersebut siswa akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai upaya mengembangkan mental melalui proses berpikir.
C. Merumuskan hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) pada setiap anak adalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji.
D. Mengumpulkan data
Mengumpulkan data adalah aktifitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Proses pemgumpulan data bukan hanya memerlukan motivasi yang kuat dalam belajar, akan tetapi juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya.
E. Menguji hipotesis
Menguji hipotesis adalah menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional. Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi, akan tetapi harus didukung oleh data yang ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan.
F. Merumuskan kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana yang relevan.
Alasan rasional penggunaan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri adalah bahwa siswa akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai matematika dan akan lebih tertarik terhadap matematika jika mereka dilibatkan secara aktif dalam “melakukan” penyelidikan. Investigasi yang dilakukan oleh siswa merupakan tulang punggung pembelajaran dengan pendekatan inkuiri. Investigasi ini difokuskan untuk memahami konsep-konsep matematika dan meningkatkan keterampilan proses berpikir ilmiah siswa. Sehingga diyakini bahwa pemahaman konsep merupakan hasil dari proses berpikir ilmiah tersebut.
Pembelajaran dengan pendekatan inkuiri yang mensyaratkan keterlibatan aktif siswa diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar dan sikap anak terhadap pelajaran matematika, khususnya kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis siswa. Pembelajaran dengan pendekatan inkuiri merupakan pendekatan pembelajaran yang berupaya menanamkan dasar-dasar berpikir ilmiah pada diri siswa, sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah. Siswa benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar, peranan guru dalam pembelajaran dengan pendekatan inkuiri adalah sebagai pembimbing dan fasilitator. Tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk dipecahkan. Namun dimungkinkan juga bahwa masalah yang akan dipecahkan dipilih oleh siswa. Tugas guru selanjutnya adalah menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan masalah. Bimbingan dan pengawasan guru masih diperlukan, tetapi intervensi terhadap kegiatan siswa dalam pemecahan masalah harus dikurangi.
Dalam mengembangkan sikap inkuiri di kelas, guru mempunyai peranan sebagai konselor, konsultan dan teman yang kritis. Guru harus dapat membimbing dan merefleksikan pengalaman kelompok melalui tiga tahap: (1) Tahap problem solving atau tugas; (2) Tahap pengelolaan kelompok; (3) Tahap pemahaman secara individual, dan pada saat yang sama guru sebagai instruktur harus dapat memberikan kemudahan bagi kerja kelompok, melakukan intervensi dalam kelompok dan mengelola kegiatan pengajaran.
Pendekatan inkuiri terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan besarnya intervensi guru terhadap siswa atau besarnya bimbingan yang diberikan oleh guru kepada siswanya. Ketiga jenis pendekatan inkuiri tersebut adalah:
1. Inkuiri Terbimbing (guided inquiry approach)
Pendekatan inkuiri terbimbing yaitu pendekatan inkuiri dimana guru membimbing siswa melakukan kegiatan dengan memberi pertanyaan awal dan mengarahkan pada suatu diskusi. Guru mempunyai peran aktif dalam menentukan permasalahan dan tahap-tahap pemecahannya. Pendekatan inkuiri terbimbing ini digunakan bagi siswa yang kurang berpengalaman belajar dengan pendekatan inkuiri. Dengan pendekatan ini siswa belajar lebih beorientasi pada bimbingan dan petunjuk dari guru hingga siswa dapat memahami konsep-konsep pelajaran. Pada pendekatan ini siswa akan dihadapkan pada tugas-tugas yang relevan untuk diselesaikan baik melalui diskusi kelompok maupun secara individual agar mampu menyelesaikan masalah dan menarik suatu kesimpulan secara mandiri.
Pada dasarnya siswa selama proses belajar berlangsung akan memperoleh pedoman sesuai dengan yang diperlukan. Pada tahap awal, guru banyak memberikan bimbingan, kemudian pada tahap-tahap berikutnya, bimbingan tersebut dikurangi, sehingga siswa mampu melakukan proses inkuiri secara mandiri. Bimbingan yang diberikan dapat berupa pertanyaan-pertanyaan dan diskusi multi arah yang dapat menggiring siswa agar dapat memahami konsep pelajaran matematika. Di samping itu, bimbingan dapat pula diberikan melalui lembar kerja siswa yang terstruktur. Selama berlangsungnya proses belajar guru harus memantau kelompok diskusi siswa, sehingga guru dapat mengetahui dan memberikan petunjuk-petunjuk dan scafolding yang diperlukan oleh siswa.
2. Inkuiri Bebas (free inquiry approach).
Pada umumnya pendekatan ini digunakan bagi siswa yang telah berpengalaman belajar dengan pendekatan inkuiri. Karena dalam pendekatan inkuiri bebas ini menempatkan siswa seolah-olah bekerja seperti seorang ilmuwan. Siswa diberi kebebasan menentukan permasalahan untuk diselidiki, menemukan dan menyelesaikan masalah secara mandiri, merancang prosedur atau langkah-langkah yang diperlukan.
Selama proses ini, bimbingan dari guru sangat sedikit diberikan atau bahkan tidak diberikan sama sekali. Salah satu keuntungan belajar dengan metode ini adalah adanya kemungkinan siswa dalam memecahkan masalah open ended dan mempunyai alternatif pemecahan masalah lebih dari satu cara, karena tergantung bagaimana cara mereka mengkonstruksi jawabannya sendiri. Selain itu, ada kemungkinan siswa menemukan cara dan solusi yang baru atau belum pernah ditemukan oleh orang lain dari masalah yang diselidiki.
Sedangkan belajar dengan metode ini mempunyai beberapa kelemahan, antara lain: 1) waktu yang diperlukan untuk menemukan sesuatu relatif lama sehingga melebihi waktu yang sudah ditetapkan dalam kurikulum, 2) karena diberi kebebasan untuk menentukan sendiri permasalahan yang diselidiki, ada kemungkinan topik yang diplih oleh siswa di luar konteks yang ada dalam kurikulum, 3) ada kemungkinan setiap kelompok atau individual mempunyai topik berbeda, sehingga guru akan membutuhkan waktu yang lama untuk memeriksa hasil yang diperoleh siswa, 4) karena topik yang diselidiki antara kelompok atau individual berbeda, ada kemungkinan kelompok atau individual lainnya kurang memahami topik yang diselidiki oleh kelompok atau individual tertentu, sehingga diskusi tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.
3. Inkuiri Bebas yang Dimodifikasikan ( modified free inquiry approach)
Pendekatan ini merupakan kolaborasi atau modifikasi dari dua pendekatan inkuiri sebelumnya, yaitu: pendekatan inkuiri terbimbing dan pendekatan inkuiri bebas. Meskipun begitu permasalahan yang akan dijadikan topik untuk diselidiki tetap diberikan atau mempedomani acuan kurikulum yang telah ada. Artinya, dalam pendekatan ini siswa tidak dapat memilih atau menentukan masalah untuk diselidiki secara sendiri, namun siswa yang belajar dengan pendekatan ini menerima masalah dari gurunya untuk dipecahkan dan tetap memperoleh bimbingan. Namun bimbingan yang diberikan lebih sedikit dari Inkuiri terbimbing dan tidak terstruktur.
Dalam pendekatan inkuiri jenis ini guru membatasi memberi bimbingan, agar siswa berupaya terlebih dahulu secara mandiri, dengan harapan agar siswa dapat menemukan sendiri penyelesaiannya. Namun, apabila ada siswa yang tidak dapat menyelesaikan permasalahannya, maka bimbingan dapat diberikan secara tidak langsung dengan memberikan contoh-contoh yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi, atau melalui diskusi dengan siswa dalam kelompok lain.
Berdasarkan pengertian dan uraian dari ketiga jenis pembelajaran dengan pendekatan inkuiri, penulis memilih Pendekatan Inkuiri Terbimbing yang akan digunakan dalam penelitian ini. Pemilihan ini penulis lakukan dengan pertimbangan bahwa penelitian yang akan dilakukan terhadap siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP), dimana tingkat perkembangan kognitif siswa masih pada tahap peralihan dari operasi konkrit ke operasi formal, dan siswa masih belum berpengalaman belajar dengan pendekatan inkuiri serta karena siswa masih dalam taraf belajar proses ilmiah, sehingga penulis beranggapan pendekatan inkuiri terbimbing lebih cocok untuk diterapkan.
Selain itu, penulis berpendapat bahwa pendekatan inkuiri bebas kurang sesuai diterapkan dalam pembelajaran matematika, karena dalam proses pembelajaran matematika topik yang diajarkan sudah ditetapkan dalam silabus kurikulum matematika, sehingga siswa tidak perlu mencari atau menetapkan sendiri permasalahan yang akan dipelajari.
DAFTAR PUSTAKA
Cochran, Rachel et al.(2007). The impact of Inqury-Based Mathematics on Context Knowledge and Classroom Practice. Journal. Tersedia: http://www.rume.org/crume2007/papers/cochran-mayer-mullins.pdf
Krismanto, M.Sc. (2003). Beberapa Teknik, Model dan Strategi dalam Pembelajaran Matematika. PPPG Matematika. Yogyakarta.
Sanjaya, Wina. Dr. (2008). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Kencana Prenada Media Group. Jakarta
Slavin, Robert.E. (2008). Cooperative Learning; Teori, Riset dan Praktik. Bandung. PT. Nusa Media
Tim MKPBM. (2001). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung. JICA
INFO TAMBAHAN
Dapatkan contoh beasiswa pemerintah provinsi.












saya meminta izin menggunakan artikel ini untuk memenuhi tugas sekolah
terima kasih
saya ingin bertanya tentang teknik pembelajaran sebaya
apa bedanya inquiri sama discovery
makasih atas info ya mas.. semoga barakah.
To: Apriyan
Amin….
terimakasih penjelasannya
bisa gak pak, minta dijelaskan dengan sedikit contoh. karena ini lagi belajar nyusun PTK, namun bahan yang terkumpul adalah mengenai inkuiri
bisa minta info ttg metode inkuiri dg sifat poen ended
Trims ya, q bisa bantu teman yang membutuhkan, smoga manfangat…………..
semoga berguna untuk skripsi saya kak
Apakah metode inquiry bisa digunakan untuk bidang study akuntansi?????
terima kasih untuk materi ini. ijinkan untuk mengkopi ya
mohon izin artikel anda saya gunakan sebagai referensi dalam tugas akhir saya..
trimaksih
wassalam…!!
hatrnuhun,,,,
Makasih ya pak, Artikel ini menambah pengetahuan saya tentang Inquiry.
klw menurut bpk mn yg cocok di terapkan pada siswa menengah pertama/ atas yg berorientasi pd siswa centered aproach : 1.Strgi pmbljran inkuiri
2. Strgi berbasis masalah/ discovery ya
sy mnt solusinya.
Makasih y pak ….
To: Halima
Bisa pake pembelajaran inkuiri terbimbing.
Terima kasih saudara, saya keliru mengenai topik ini. Kini ada penjelasan.
artikelnya berguna banget buat saya dan temen2 makasih pak
thank youuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
pak…
terimakasih artikel na sangat membantu..
Tapi saya kebingungan pak…
bisakah inkuiri terbimbing ini diterapkan pada kegiatan belajar mengajar biasa tanpa praktikum pak?
bagaimana dengan sintaksnya?
apakah akan berubah sintaksnya apabila tidak ada eksperimen?
mau tanya…
apa beda inkuiri terbimbing dengan discovery learning??
mksh
Bapak, saya mohon ijin untuk mengcopy arti dari metode inkuiri karna keperluan PLPG guru, terima kasih>
oh..iya jenis2 pendekatan inkuiri itu…buku nya yg mana?
Mas Herdian, saya menggunakan SPI dalam thesis saya sebagai salah satu strategi pendampingan dalam proses anak belajar menatap gambar sebelum ia membaca tulisan. Saya butuh informasi mengenai siapa saja penemu SPI ? kayanya jarang sekali ya siebut dalam artikel atau di buku pun hanya ditulis dikembangkan berdaarkan teori kognitif – konstruktif Piaget.. Cuma Piaget kan jamannya dah beda dengan SPI, nah pertanyaan saya jadi tokoh siapa yang signifikan dalam mengembangkan SPI ini?
Makasih ya….
makasih buat artikelnya….
mohon izin, tulisannya saya pake untuk referensi tugas akhir saya ya…mkasih ya pak
Mohon maaf siapa sih pengelolal blok ini? Pertanyaan saya nampaknya tidak pernah direspon ya? kalo soal isi tulisan itu di buku Sanjaya sagat lengkap… kog yang saya ingin tanya siapa sih penemu strategi ini ko nggak disebut kan siapa orang nya tahun berapa? Maaf kalo buka box pertanyaan atau respon ada dong yang ngelolanya…
kalo mau nanya masuk box yang mana ya? soalnya komentar komentar ini kayanya nggak pernah ada respon nya?
saya juga penasaran nih latar belakang muncul nya metode ini terus siapa penemunya ? mohon pencerahanya
MAS SAYA MUINTA IZIN MENGGUNAKAN ARTIKEL INI UNTUK TUGAS KULIAH,
MAKASIH ATAS INFONYA…..
saya mw nanya pak,bisa ngk di pake strtegi inkuiri ini dalam pembelajaran pendidikan agama islam,kira kira apa materinya
Dengan model pembelajaran inkuiri, kita dengan mudah memberikan pelajaran terhadap anak anak didik kita, selain itu pula, dengan model ini pulalah seorang guru dapat merealisasikan langsung terhadap perencanaan pembelajaran yang akan dipergunakan pda anak2 didik.
Dengan model pembelajaran inkuiri, kita dengan mudah memberikan pelajaran terhadap anak anak didik kita, selain itu pula, dengan model ini pulalah seorang guru dapat merealisasikan langsung terhadap perencanaan pembelajaran yang akan dipergunakan pda anak2 didik..trimksh bngt Pak, ats artikel yg anda brikan, kini q bsa lbh mngthui,ap yg sbnarx dari pendekatan inkuiri.
thank you sir!
maksh..bgs bgt artklnya..
pak model pembelajran inquiri bisa tidak untuk mata pelajaran akuntansi?
Hatur nuhun kang herdi…..informasina bermanfaat
Mksh, pak mw tanya bs gak pembljaran inquiry di terapkan pada mapel aqidah akhlak?
minta artikel ya.. untuk nyelesaikan tugas….
Lebih banyak lagi pembehasan mengenai model pembelajaran inkuiri yah…
[...] 2010. Model Pembelajaran Inkuiri. [online]. Tersedia : http://herdy07.wordpress.com/2010/05/27/model-pembelajaran-inkuiri, diakses 26 Agustus [...]
[...] 2010. Model Pembelajaran Inkuiri. [online]. Tersedia : http://herdy07.wordpress.com/2010/05/27/model-pembelajaran-inkuiri, diakses 26 Agustus [...]
terima kasih atas tulisannya bang..ini sangat bermanfaat…
izin copy pak buat bhan diskusi. makasih
minta ijin untuk menggunakan bahan sebagai pedoman, terima kasih
nama buku n pengarang lengkap mengenai inkuiri terbimbing ni apa pak
n sebenar nya inkuiri terbimbing model apa strategi
Minta Izin copy pak buat bahan sebagai pedoman, terima kasih
copy,, tnks
izin publish untuk tujuan pembelajaran
salam kenal
Mari menyongsong teknologi masa depan untuk pendidikan dengan metode yang ada dalam blog ini, silakan kunjungi http://pcahyono.blogspot.com/2012/07/berpacu-dalam-teknologi.html#up
mau tanya pak, kenapa dalam macam-macam model pembelajaran, inkuiri tidak pernah ada? harap dibalas
Terima kasih sudah banyak membantu dan sangat bermanfaat
mohon izin menggunakan tulisannya untuk penyelesaian penelitian
Pak,saya mau tanya. Sebenarnya inkuiri ini termasuk ke dalam strategi, model atau pendekatan?? karena ke-3 nya punya makna yang berbeda. dan apakah ada sejarah tentang penjelasannya?
Mohon penjelasannya. Terima kasih.
Mohon ijin untuk menggunakan artikel ini, tks
isi tulisan bagus, sangat membantu dalam penulisan skripsi maupun tesis, mohon ijin untuk mengcopy
njinkan sy mengcopy,model pembelajaran ingquiry….trmksih,
untuk mencari reverensi buku mengenai metode pembelajaran seperti ini..
bisa mohon di bantu apa judul buku yang terdapat di pasarkan ?? dan siapa pengarangnnya?
mohon bantuannya… mungkin kakak mengeluarkan buku seperti yg saya mksd ?
mohon ijin sy mengutif tulisan bpk trims
saya mau bertanya,
apakah perbedaan antara pendekatan kostruktivis dengan inkuiri?
lalu apa ciri khas dari pendekatan inkuiri tersebut??
mohon penjelasannya yaahhh. . . .
trimakasih . . . .